Im sorry for the disorder that i ever made to you M.A
I’m sorry………….
I’m Sorry….
•November 26, 2009 • Leave a CommentBagaimana caranya untuk Ikhlas?? bagaimana supaya bisa Konsisten???
•November 26, 2009 • Leave a CommentSuatu ketika, dadaku terasa sesak. Seperti susah bernafas, jantung berdebar2? Sepertii….menahan nafas beberapa menit!!!
sulit sekali.
Tuhan memang sudah menciptakan perasaan dan hati secara berdampingan. Ketika jiwa ini tergoncang mk organ tubuh pun ada yg ikut tergoncang. Hidup memang diiringi permasalahan….(ga mungkin gada masalah sekecil apapun itu). Terkadang memutuskan sesuatu butuh waktu tapi harus cepat diambil keputusan jg.
Untitled Poem
•November 23, 2009 • Leave a CommentMaybe, GOD wants us to meet a few of the wrong people
Before meeting the right ones.
So, when the right ones come along, we’ll know how
to be grateful and thankful for the gift.
When one door of happiness closes, another opens.
But often we stare so long at the closed door that…
We’ll soon realize that the open door, for however long
it was opened, is now closed too.
There are moments in life when you really miss someone. And you wish you
could just pluck them from your dreams…
And just hug him or her for real!
If someone loves you, love them back.
If someone hurts you, love them back unconditionally…
The best kind of friend is the one that you could sit on a porch
and swing with, and never say a word…
Then get up and walk away feeling like it was the best
conversation you’ve ever had.
It’s also true that we never know what we’ve been missing
until something or someone else arrives.
It’s true that we never know what we’ve got
until we lose it…
A careless word may kindle strife. The cruel word usually wrecks a life.
Timely words help level stress…
But, it’s loving words that heal and bless.
The happiest of people don’t necessarily have the best of everything in life…
Perhaps they’re just good at making the best of most everything that
life brings along their way.
Tender moments aren’t really tender at all.
They are some of the few times…
When things like pride and gender are swallowed
and we allow ourselves emotional, spiritual, and physical happiness.
It hurts to love someone and not be loved in return.
It’s even more painful to love someone and…
Never find the courage to let that person
know just how it is you feel.
Never say goodbye if you still want to try.
Never give up when there’s hope to go on.
Never say you don’t love them…
If you know that you’re the one that can’t let go.
You’ve experienced true love if: you’ve taken away the
feelings, taken away passion, and taken away romance…
Only to find that after all that, you still care!
Giving love is no assurance love will be returned.
So don’t expect it.
Wait for it to grow in the other’s heart…
Just in case it doesn’t, be content in knowing that
the love was able to grow in yours.
If you have GOD in your life, food on your table, a roof over
your head, clothes on your back, reasonable income and,
love and faith in your heart…
Be happy and glad. For anything else that life can
offer is nothing more than La-La…
Created For Your Enjoyment By:
Quiet Moments for Loving Thoughts
Lawrence Douglas Pulliam
Pengaruh Emosi terhadap Vitiligo
•July 18, 2009 • 1 CommentBerikut ini adalah cuplikan dari VSI (Vitiligo Support International) semoga membantu.
According to Dr. Ted Grossbart, psychologist and member of VSI’s Medical and Scientific Advisory Committee. An active supporter of the self-care movement, Dr Grossbart explains; “Although heredity, viruses, bacteria, allergies and chemical irritants play a central role in skin problems, stress and emotions do cause some skin problems and trigger or heighten others. Rather than dividing illness into “emotional” or “physical,” I see emotions as one factor in all skin diseases. Emotional stress may be the sole cause of a few symptoms, but is more typically a trigger of the flare-ups of an ongoing medical condition. Recent studies tell us that between thirty and sixty percent of all people who seek medical attention for a skin problem experience significant underlying emotional turmoil. This is critically important because emotional problems can keep even the most sophisticated medical treatment from working.” How important is the emotional factor in your illness? Take this quick vitiligo quiz to learn more. 1. Did your pigment loss begin or recur after emotionally significant events such as: vacations, hospitalizations, business trips, moving to a new house or new school or a divorce in the family? 2. Is your condition more stubborn, severe, or recurrent than your doctor expects? 3. Are usually effective treatments not working for you? 4. Do treatments work for a while, but not for long? 5. Do your symptoms get worse during or after particularly stressful periods in your life? 6. Is your level of distress and concern about your skin unusually high? 7. Do you find that you are avoiding social situations? 8. Do you find you are selecting and wearing clothing which may or may not be climate appropriate in order to conceal your vitiligo? If you responded “Yes” to several of these questions, stress may be affecting your skin and its treatments. VSI will be reporting on various resources to combat stress in coming newsletter issues. VSI does want to make you aware of a program of stress management being offered by Dr. Grossbart through his “Skin Deep” program and other resources. Ted A. Grossbart, Ph.D. is a licensed clinical psychologist in private practice in Boston. He is a senior supervisor at the Massachusetts Mental Health Center, and an Assistant Clinical Professor of Psychology at Harvard Medical School. His best known writing, his book: Skin Deep: A Mind/Body Program for Healthy Skin can be found by clicking the previous link to purchase through Amazon’s VSI library and Store. Visit Dr. Grossbart’s “Skin Deep” Website for more information on a wide range of multimedia psychodermatology resources. For more information, you may contact Dr Grossbart at ted@grossbart.com. FYI Research shows that stress is a trigger and negative factor in autoimmune disease. As vitiligo is an autoimmune disorder, it is important to be aware of the role of stress on your skin. Stress does not cause autoimmune disease; that part is genetic, but if you have the gene, then stress can open the door to your immune system leaving you vulnerable to an attack.
Rangkuman Resep Pengobatan Vitiligo
•April 9, 2009 • 6 CommentsWaduh lumayan cape jg ya ngebaca ulang comment temen2 buat dibikin rangkumannya. Kay..ni dia rangkumannya.
Pengobatan dapat dilakukan menggunakan:
1. Obat oles Protopic ointment 0,1%. dioleskan sebanyak 2 kali dalam sehari. Banyak yang sembuh dengan metode ini..INGAT.!!!!!!! JANGAN KONSUMSI KUNYIT ATAU MAKANAN YANG MENGANDUNG KUNYIT…….Info lebih lanjut dapat anda baca di http://www.infotherapies.com
2. Sinar UVB di daerah Jakarta ada di RSUD Tarakan Jakarta dan RSCM Jakarta. Harga protopic cuma 294 ribu,dan biaya sekali sinar 55ribu + administrasi 5ribu jadi 60ribu. Dilakukan harus rutin, dan jangan lupa banyak mengkonsumsi sayur/buah yang mengandung Antioksidan.
3. Akupuntur slm 2 bln, vitinya ada yg hlng n ada yg muncul jg.
4. Tips, jangan stress dan untuk viti yg di daerah wajah..bisa ditutupin pake make-up. Pertama kasih alas bedak..trus eye shadow coklat agak hitam..pake jari biar rapi..trus dirapihin or dibersihin pake tissue buat yg keluar area vitiligo..
5. Terapi….http://b-it-tech.com/k-link/?p=22
6. Bai Tien Feng,.. makanan yang harus dihindari di situ di tulis ga boleh makan ikan air tawar, cabe, kunyit, dan ga boleh makan Ayam jantan (laki-laki)…hehe..gatau knp ya kita jg
7. Terapi nursyifa lamatnya di jakarta pusat, katanya pasien di kasih semacam aura positif.
8. Vitiligo dapat dicegah penyebarannya dengan cara menghentikan konsumsi makanan yang mengandung KUNYIT(trumeric).
Yap sementara itu dulu klo ada yg kurang ntr ditambahin/diedit lagi. Buat Faden, V-Boy, Ana, Viko, Ika de el el nya (sorry g ksebut) makasih buat sharing info pengobatannya. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amiinnn
Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin
•January 19, 2009 • Leave a CommentHal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin yang terhirup.
Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar
sambil ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin
tersebut.
Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya
menjawab bahwa sebenarnya mereka juga pusing.
Mereka merasakan dada yang sesak.
Dan makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan sakit di dada semakin menjadi.
Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban
mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan.
Perusahaan melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan.
Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan.
Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi
menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan.
Hazrah kazrah!
Saya terkaget mendengar jawaban mereka.
Jawaban mereka semuanya seragam.
Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina
di televisi yang mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.
Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus
mereka tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat
memberikan gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru dan otak mereka.
Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker
penutup hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.
Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib
para pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom bensin agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin dengan masker penutup hidung.
Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom
bensin ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke kendaraan saya.
Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman petugas pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap bensin.
Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa
diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung.
catatan:
Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam,
diterapkan tiga shift kerja.
Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam.
Jumlah jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.
Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir
dapat mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom
bensin dibolehkan memakai masker penutup hidung.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
Tidak Semua Dokter itu Pintar! Heh??
•February 11, 2008 • 11 CommentsThursday, February 07, 2008
9:25 PM
Kata-kata itu sepertinya melekat erat di kepalaku. Seorang teman mengatakanya beberapa waktu yang lalu. Sampai suatu saat, sesuatu terjadi pada kaka. Sepulang perjalanannya dari rumah yang sedang direnonvasi di daerah Cicalengka. Kaka perempuan saya mengeluh badannya mengalami sedikit ngilu-ngilu. Di pagi hari sekitar jam 5, tiba-tiba badannya panas, kaki dan tangannya sakit tak bisa digerakkan. Sedikit saja kaki atau tangannya tersenggol maka akan terasa sakit. Kebetulan waktu itu saya berada dirumahnya, anaknya yang baru berusia 6 bulan terpaksa tak bisa dekat-dekat dengan ibunya. Saya yang belum berpengalaman menjadi seorang ibu, kini dituntut untuk bisa merawat anak itu sementara waktu. Sedangkan ayahnya harus tetap menjalankan tugasnya untuk mencari nafkah.
Sampai siang hari panasnya tak kunjung turun, dan untuk sekedar buang air kecilpun kaka merasa sangat kesulitan untuk berjalan. Ditambah lagi dengan mual-mual dan muntah. Melihat keadaan seperti itu saya merasa khawatir, saya kabari kaka ipar saya mengenai keadaannya. Dan akhirnya dia pulang cepat siang hari demi istrinya. Siang itu pula kami bawa kaka perempuanku ke RS. Karena belum berpengalaman, setelah bertanya-tanya ke tetangga, kaka iparku memutuskan untuk membawa kakaku ke RS di dekat pintu tol Cileunyi. Kesan pertama dari RS itu adalah sepertinya bagus, namanya saja AMC Hospital. Sepertinya kualitasnya bagus. Baru saja saya bergumam seperti itu, penilaianku suadah berubah hampir 180 derajat berlawanan. Kami berdua membopong kaka tuk masuk ke RS tersebut.
Di pintu masuk depan kulihat 2 orang security berdiri dekat Receptionist. Hah…???mengapa security itu diam saja melihat kami. Tak terpikirkankah olehnya untuk membantu kami dan mengambilkan kursi roda. Di Receptionist langsung kami diarahkan ke ruang UGD. Kamipun melewati security tadi dan kami kebingungan arahnya kemana karena tak dibimbing. Sungguh keterlaluan, bisa-bisanya security itu bersikap macam itu.
Akhirnya sampai di ruang UGD, dan dilakukan beberapa tes pemeriksaan seperti biasanya, darah pun diperiksa sampai akhirnya kakaku diberi Oksigen. Heh? Oksigen??kakakku tak mengalami kesulitan bernafas, tapi diberi oksigen? Adakah hubungannya?? Benarkah itu prosedur yang harus ditempuh pasien UGD?
Ternyata dokter UGD hanya ada satu orang, dan dia mesti mengobati yang lebih dulu datang. Sampai akhirnya kakakku diperiksa, tapi….kok sepertinya dia kurang profesional. Agh…mungkin karena dia masih tergolong muda untuk usia dokter. Diagnosa cukup tapi, mengapa saya sering berdiskusi dengan perawatnya dibanding dokternya? Owgh… dia ada tamu ternyata, tamu penjual obat-obatan. Bolehlah dia seperti itu, tapi…pantaskah seorang dokter UGD mengoleskan lipstik di bibirnya diruang tersebut???(hehehe…)
Karena kakakku mengeluh sakit di daerah bawah perut, akhirnya dokter itu menyarankan untuk menemui dokter kandungan, dan langsung kami minta dipertemukan dengan dokter kandungan di RS tersebut dengan pikiran sekalian saja meskipun bukan dokter langganan. Di ruang dokter kandungan, saya merasa ketakutan. Bagaimana tidak, selama pemeriksaan kakakku menjerit-jerit kesakitan, dan sepertinya kaka iparpun merasakan hal yang sama. Setelah itu dokter memutuskan bahwa kakaku harus dirawat, diagnosanya belum pasti, harus dilakukan beberap pemeriksaan dan tes lab kembali. Dokter bilang bahwa ada 3 kemungkinan, pertama infeksi rahim, hamil di kandungan, dan usus bintu. Wah gada yang bagus2nya.
Setelah masuk ruang prawat inap, kakaku dipertemukan dengan dokter dalam. Lagi-lagi aneh! Dokter itu tak mengatakan apa-apa mengenai penyakit kakakku. Dengan keadaan yang seperti itu terus menerus maka kakakku mendesak ingin pulang saja, dengan alasan kasihan anaknya nangis terus blum lagi suaminya akan pergi keluar kota. Sungguh menyebalkan, kami harus menunggu dokter datang sebelum pulang dan dokter itu datang sore hari. Padahal kita sudah menunggu dari pagi. Ketika minta pulang, dokter itu kelihatannya kesal sekali, dan memyuruh kakakku untuk menandatangani pernyataan bahwa jika terjadi apa-apa maka dokter tersebut takkan bertanggung jawab.
Saat akan pulang, suami kakakku pergi ke tempat pembayaran. Terkaget-kaget kakakku melihat jumlah biaya yang harus dibayar selama satu hari semalam, hampir satu juta duaratus ribu rupiah. Gak salah ini??? Dengan pelayanan macam ini, harus membayar sekian….o….sungguh terlalu!!!!!!!!
Aku lihat perinciannya,ada biaya RANAP, LAB, dll. Biaya paling mahal adalah biaya pengobatan. Padahal kakaku selama dirawat disana hanya di beri tablet Sanmol penurun panas. Yang lainnya aku gak ngerti. Ada Bioxon Inj 1 VIAL, Sporetik 6 CAP, RINGER LAKTAT WIDA 3 PLAb. Bagi kami orang awam terhadap medis cukup terheran-heran dengan kenyataan seperti itu. Kami merasa tertipu. Benarkah harga obat-obatan tersebut mahall??? Yang sangat kecewanya Dokter tak memberikan keterangan apa-apa mengenai penyakit kakakku.
Dan ternyata eh ternyata, menurut beberapa tetangga dan kakak ipar perempuanku yang lain, itu adalah penyakit kecapean yang biasa dialami oleh Ibu sehabis melahirkan. Mereka pernah mengalami gejala yang sama. Huh, mengapa dokter itu diam!
Pulang kerumah, Alhamdulillah….kakakku akhirnya membaik cepat. Hari kedua dan ketiga mulai bisa berjalan kembali.
Oh …dokter….dokter….. !!! Dikau tuh jasanya luar biasa. Tapi tolong….kami sang pasien dan keluarga berhak tahu.
Ini pelajaran…jadinya terpikirkan olehku, iya ya gak semua dokter pintar-pintar….(maaf ya dokter jangan tersinggung). Sekolah dimana sih dia dulunya, berapa IPK nya??? Bisa jadi kan pas-pasan. Ijin praktek??? Jaman sekarang, segala hal bisa terjadi. Aduh..jadi suudzon…
Buat rekan-rekan dokter yang baca tulisan ini, mungkin dapat memberikan penjelasan mengenai obat-obatan diatas.
Saya titip pesan aja, tahukah Anda Dokter???
Sepertinya masyarakat kita sekarang lebih kritis, dan sepertinya sudah banyak yang kurang percaya dengan pelayanan RS. Karena mereka (dokter2 disana) suka mengada-ngada agar pasien dapat dirawat inap di RS tersebut sehingga ada pemasukan untuk RS tersebut.
Sungguh dilematis , disatu sisi….masyarakat kita tak semuanya mampu membiaya pengobatan mereka. Dan sisi lain…dokterpun sama mereka mencari nafkah dengan cara mengobati pasiennya seperti itu. Tapi saya percaya tak semua Dokter dan RS seperti itu (tapi sedikit deh kayaknya:D)…..mudah-mudahan tak seperti itu………..
Vitiligo
•February 11, 2008 • 557 CommentsThursday, February 07, 2008
9:23 PM
Tahukah Anda apakah Vitiligo itu? Sebagian orang pasti akan menjawab “o….itu darah tinggi!”.
Atau “Apaan tuh?”, memang, kata Vitiligo masih sangat kurang familiar dikalangan masyarakat kita.
Media cetak atau elektronik sangat jarang mengungkap mengenai Vitiligo. Vitiligo adalah sejenis penyakit kulit
yang sifatnya menghilangnya pigmen kulit.
Sehingga akan timbul bercak-bercak putih disekitar tubuhnya. Bercak ini muncul di kulit akibat tidak adanya melanosit,
sel yang memproduksi melanin atau zat yang memberikan warna pada kulit.
Bahkan rambut yang tumbuh diatas bercak putih ini warnanyapun akan terlihat putih pula.
Munculnya bercak-bercak putih tersebut tidak merata, sehingga tak jarang orang yang mengalami penyakit ini merasa minder
karena malu dengan keadaan penampilan kulit tubuhnya.
Penyakit ini bisa menjangkiti siapa saja dan kapan saja. Baik pria ataupun Wanita, dan tidak mengenal batas usia.
Penyakit ini ada hubungannya dengan faktor genetik, oleh sebab itu penyakit ini muncul bisa jadi karena diturunkan.
Diketahui pula bahwa sekarang orang yang memiliki keluarga yang tidak memiliki vitiligo pun dapat terjangkit penyakit tersebut.
Sampai saat ini, penyebab dari penyakit ini belum ditemukan, masih dalam proses peneletian. Namun demikian penyakit ini TIDAK MENULAR.
Menurut berbagai sumber literatur yang pernah saya baca. Vitiligo dapat dipicu oleh beberapa hal:
1. Stress
2. Sistem imun yg buruk
3. Kelenjar tiroid
Setiap orang memiliki kasus berbeda-beda, sehingga treatment yang diberikan pun berbeda-beda. Ada beberapa macam treatment yang dapat diberikan.
Biasanya awal-awal Dokter akan memberikan semacam cream atau salep dan dioleskan di bagian yang terkena radang. Jika tidak, suatu racikan cairan
obat yang dicampur dengan alkohol dioleskan pada bagian yang radang kemudian harus dijemurkan di bawah sinar matahari. Perlakuan treatment terakhir
adalah dengan penyinaran/laser. Namun sayang untuk melakukan pengobatan dengan laser membutuhkan biaya yang cukup mahal, dan tidak mudah untuk
menemukan tempat pengobatan yang melayani dengan laser.
Di kota besar seperti Jakarta kini sudah ada tempat yang melayani pengobatan dengan laser.Yaitu laser Skin Center yang terdapat di daerah Pluit.
Adapun dokter Hembing, memberikan alternatif pengobatan lain, yakni dengan membuat racikan sendiri dirumah dengan bahan-bahan yang dapat dibeli
di toko-toko obat tertentu. Berikut adalah salinan resepnya yang diambil di portal cbn.net.
Resep:
60 gr tanaman krokot segar, haluskan + cuka beras putih secukupnya + air putih sedikit, aduk rata lalu oleskan pada kulit yang terdapat bercak putih.
Lakukan 2-3 kali sehari.
Catatan :
- cuka beras putih/Rice vinegar dapat dibeli di supermarket atau toko obat Tionghoa
- tanaman krokot dapat dibeli di penjual tanaman obat
- kacang kedele hitam secukupnya dikonsumsi sesuai selera ( dapat dibeli di supermarket atau toko obat Tionghoa)
- tetap konsultasi ke dokter
Reaksi yang muncul setelah diberi pengobatan tiap orang berbeda-beda. Ada yang langsung sembuh ada pula yang tidak mempan sama sekali.
Ada pula yang sembuh tapi sifatnya sementara, dalam jangka beberapa waktu tertentu bercak putih tersebut dapat muncul kembali.
Ada beberapa situs yang mungkin dapat membantu memberikan informasi mengenai Vitiligo dan tawaran pengobatannya. Berikut ini adalah alamatnya:
1. http://portal.cbn.net.id 2. http://www.vitiligosociety.org.uk 3. http://trueherbals.com 4. http://www.laserbeautycentre.com/vitiligo.html 5. http://www.antivitiligo.com/?gclid=CMHkoueB3JACFQE-bwod5USfVw 6. http://support.antivitiligo.com/index.phpBesar harapan dari maksud penulisan ini adalah, semoga tulisan ini dapat membantu masyarakat kita untuk mengetahui informasi yang benar mengenai penyakit ini
. Sehingga dapat memperlakukan orang yang mengidap penyakit ini hidup secara normal dan bersemangat.Diantara Anda mungkin memiliki informasi atau pengalaman
mengenai pengobatan vitiligo yang ampuh. Silahkan untuk share informasi disini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi yang lain.




