Tidak Semua Dokter itu Pintar! Heh??


Thursday, February 07, 2008
9:25 PM

Kata-kata itu sepertinya melekat erat di kepalaku. Seorang teman mengatakanya beberapa waktu yang lalu. Sampai suatu saat, sesuatu terjadi pada kaka. Sepulang perjalanannya dari rumah yang sedang direnonvasi di daerah Cicalengka. Kaka perempuan saya mengeluh badannya mengalami sedikit ngilu-ngilu. Di pagi hari sekitar jam 5, tiba-tiba badannya panas, kaki dan tangannya sakit tak bisa digerakkan. Sedikit saja kaki atau tangannya tersenggol maka akan terasa sakit. Kebetulan waktu itu saya berada dirumahnya, anaknya yang baru berusia 6 bulan terpaksa tak bisa dekat-dekat dengan ibunya. Saya yang belum berpengalaman menjadi seorang ibu, kini dituntut untuk bisa merawat anak itu sementara waktu. Sedangkan ayahnya harus tetap menjalankan tugasnya untuk mencari nafkah.

Sampai siang hari panasnya tak kunjung turun, dan untuk sekedar buang air kecilpun kaka merasa sangat kesulitan untuk berjalan. Ditambah lagi dengan mual-mual dan muntah. Melihat keadaan seperti itu saya merasa khawatir, saya kabari kaka ipar saya mengenai keadaannya. Dan akhirnya dia pulang cepat siang hari demi istrinya. Siang itu pula kami bawa kaka perempuanku ke RS. Karena belum berpengalaman, setelah bertanya-tanya ke tetangga, kaka iparku memutuskan untuk membawa kakaku ke RS di dekat pintu tol Cileunyi. Kesan pertama dari RS itu adalah sepertinya bagus, sepertinya kualitasnya juga bagus. Baru saja saya bergumam seperti itu, penilaianku suadah berubah hampir 180 derajat berlawanan. Kami berdua membopong kaka tuk masuk ke RS tersebut.
Di pintu masuk depan kulihat 2 orang security berdiri dekat Receptionist. Hah…???mengapa security itu diam saja melihat kami. Tak terpikirkankah olehnya untuk membantu kami dan mengambilkan kursi roda. Di Receptionist langsung kami diarahkan ke ruang UGD. Kamipun melewati security tadi dan kami kebingungan arahnya kemana karena tak dibimbing. Sungguh keterlaluan, bisa-bisanya security itu bersikap macam itu.

Akhirnya sampai di ruang UGD, dan dilakukan beberapa tes pemeriksaan seperti biasanya, darah pun diperiksa sampai akhirnya kakaku diberi Oksigen. Heh? Oksigen??kakakku tak mengalami kesulitan bernafas, tapi diberi oksigen? Adakah hubungannya?? Benarkah itu prosedur yang harus ditempuh pasien UGD?
Ternyata dokter UGD hanya ada satu orang, dan dia mesti mengobati yang lebih dulu datang. Sampai akhirnya kakakku diperiksa, tapi….kok sepertinya dia kurang profesional. Agh…mungkin karena dia masih tergolong muda untuk usia dokter. Diagnosa cukup tapi, mengapa saya sering berdiskusi dengan perawatnya dibanding dokternya? Owgh… dia ada tamu ternyata, tamu penjual obat-obatan. Bolehlah dia seperti itu, tapi…pantaskah seorang dokter UGD mengoleskan lipstik di bibirnya diruang tersebut???(hehehe…)
Karena kakakku mengeluh sakit di daerah bawah perut, akhirnya dokter itu menyarankan untuk menemui dokter kandungan, dan langsung kami minta dipertemukan dengan dokter kandungan di RS tersebut dengan pikiran sekalian saja meskipun bukan dokter langganan. Di ruang dokter kandungan, saya merasa ketakutan. Bagaimana tidak, selama pemeriksaan kakakku menjerit-jerit kesakitan, dan sepertinya kaka iparpun merasakan hal yang sama. Setelah itu dokter memutuskan bahwa kakaku harus dirawat, diagnosanya belum pasti, harus dilakukan beberap pemeriksaan dan tes lab kembali. Dokter bilang bahwa ada 3 kemungkinan, pertama infeksi rahim, hamil di kandungan, dan usus bintu. Wah gada yang bagus2nya.

Setelah masuk ruang prawat inap, kakaku dipertemukan dengan dokter dalam. Lagi-lagi aneh! Dokter itu tak mengatakan apa-apa mengenai penyakit kakakku. Dengan keadaan yang seperti itu terus menerus maka kakakku mendesak ingin pulang saja, dengan alasan kasihan anaknya nangis terus blum lagi suaminya akan pergi keluar kota. Sungguh menyebalkan, kami harus menunggu dokter datang sebelum pulang dan dokter itu datang sore hari. Padahal kita sudah menunggu dari pagi. Ketika minta pulang, dokter itu kelihatannya kesal sekali, dan memyuruh kakakku untuk menandatangani pernyataan bahwa jika terjadi apa-apa maka dokter tersebut takkan bertanggung jawab.

Saat akan pulang, suami kakakku pergi ke tempat pembayaran. Terkaget-kaget kakakku melihat jumlah biaya yang harus dibayar selama satu hari semalam, hampir satu juta duaratus ribu rupiah. Gak salah ini??? Dengan pelayanan macam ini, harus membayar sekian….o….sungguh terlalu!!!!!!!!
Aku lihat perinciannya,ada biaya RANAP, LAB, dll. Biaya paling mahal adalah biaya pengobatan. Padahal kakaku selama dirawat disana hanya di beri tablet Sanmol penurun panas. Yang lainnya aku gak ngerti. Ada Bioxon Inj 1 VIAL, Sporetik 6 CAP, RINGER LAKTAT WIDA 3 PLAb. Bagi kami orang awam terhadap medis cukup terheran-heran dengan kenyataan seperti itu. Kami merasa tertipu. Benarkah harga obat-obatan tersebut mahall??? Yang sangat kecewanya Dokter tak memberikan keterangan apa-apa mengenai penyakit kakakku.

Dan ternyata eh ternyata, menurut beberapa tetangga dan kakak ipar perempuanku yang lain, itu adalah penyakit kecapean yang biasa dialami oleh Ibu sehabis melahirkan. Mereka pernah mengalami gejala yang sama. Huh, mengapa dokter itu diam!
Pulang kerumah, Alhamdulillah….kakakku akhirnya membaik cepat. Hari kedua dan ketiga mulai bisa berjalan kembali.

Oh …dokter….dokter….. !!! Dikau tuh jasanya luar biasa. Tapi tolong….kami sang pasien dan keluarga berhak tahu.
Ini pelajaran…jadinya terpikirkan olehku, iya ya gak semua dokter pintar-pintar….(maaf ya dokter jangan tersinggung). Sekolah dimana sih dia dulunya, berapa IPK nya??? Bisa jadi kan pas-pasan. Ijin praktek??? Jaman sekarang, segala hal bisa terjadi. Aduh..jadi suudzon…

Buat rekan-rekan dokter yang baca tulisan ini, mungkin dapat memberikan penjelasan mengenai obat-obatan diatas.
Saya titip pesan aja, tahukah Anda Dokter???
Sepertinya masyarakat kita sekarang lebih kritis, dan sepertinya sudah banyak yang kurang percaya dengan pelayanan RS. Karena mereka (dokter2 disana) suka mengada-ngada agar pasien dapat dirawat inap di RS tersebut sehingga ada pemasukan untuk RS tersebut.

Sungguh dilematis , disatu sisi….masyarakat kita tak semuanya mampu membiaya pengobatan mereka. Dan sisi lain…dokterpun sama mereka mencari nafkah dengan cara mengobati pasiennya seperti itu. Tapi saya percaya tak semua Dokter dan RS seperti itu (tapi sedikit deh kayaknya:D)…..mudah-mudahan tak seperti itu………..

19 thoughts on “Tidak Semua Dokter itu Pintar! Heh??

  1. Dokter juga manusia, ada yang bodoh, dan ada yang pintar.
    Jadi pilihlah Dokter yg pintar.
    Jika ketemu Dokter yang bodoh harap di ingatkan agar mendalami ilmunya lagi. Hehehe

    Thanks.

  2. saya gak tau sola hal itu, yang jelas saya punya pengalaman:saya pernah merasa sakit pada usia 28 th, tidak bisa beraktifitas,jika mengendarai motor badan terasa ditekan dari dalam dan terasa mau pingsan itu terjad beberapa minggu, akhirnya saya menuju puskesmas,, ditensi darah 150/mhg cek darah normal..kata dokter saya ga apa apa, karna saya gak merasa pusing boleh pulang, tapi karana saya merasa masih merasakan sakit di badan saya, saya menuju Rumah Sakit langsung cek darah lagi rekam jntung,rongsen urin, tensi naik jadi 180 kata dokter disana gak apa2, dikasih obat, di infus dan menginap di RS 3hr habis 3 jutan, obat jalan, Keputusan dokter saya dinyatakan sehat tapi stres/kurang waras,,kalau mau sembuh di psikolog, karna saya gak merasa sedemikian itu saya gak mau kepsikolog.
    langsung saya pulang ternyata sampai rumah selang beberapa minggu kambuh lagi dan semakin sakit,,karna gak kuat akhirmya saya pergi ke pngobatan alternatif, disana langsung ketemu sakitnya, yang ngobati mengatakan “anda itu kecapek an, peredaran darah kurang lancar sehingga jantung tidak dapat memompa dngan maksimal, kalo ditensi pasti naik tapi itu bukan tekanan darah yang sebenarnya” sama yang mengobati terus dikasih obat pelancar darah slang 3 hari mulai ada perubahan 3 minggu kemudian mulai merasa enak sampai skarang…jika ditensi normal.

  3. semangat untuk mba Kanojo…
    semangat baru untuk dr. Rizky, setiap jasamu pasti tak luput dari catatanNYA..

  4. wah..wah…untuk sodara boy…,anda ternyata calon dokter ato sudah dokter?? ……saya senang km bergabung:)

    pertama:
    saya ucapkan terimakasih untuk commentnya

    dua:
    saya tau (dan semua org tahu) klo biaya kedokteran ujian itu mahall….

    tiga:
    saya tidak menyatakan semua dokter itu bodohh!!!

    empat:
    masalah saya, keluhan saya thd dokter dan RS itu sudah tenang, Anda tidak baca tuh comment nya Dr. Rizky, itu tuh contoh dokter yg baik…..:). Saya kira dokter pun harus belajar psikologi mungkin km dapat ya dibangku kuliah, tulisan diatas hanya keluhan pasien, dan masalah semua itu bisa timbul karena mmg tidak ada kejelasan, ato argumentasi yg jelas dari dokter. Klo dokternya cb baik2 bicara dengan pasien dan kel pasien, kan qt bs mengerti, semua masalah komunikasi, pelayanan…ingat loh…, klo pun tidak mengerti dgn penyakitnya kan bisa dijelaskan toh baik2…..???

    Jika anda nti jd dokter dan cara anda berbicara pada pasien seperti kpd saya diatas, yg ada pasien tuh tambah pusing, sakit, lebih baik kan kasih sugesti positif pada pasien dan keluarganya….daripada mara2h ….

    teman sy calon istrinya sudah menjadi dokter, dan mereka dokter2 baik yang sy kenal pun bilang, dokter pun harus tahu gmn caranya melayani pasien dan itu namanya psikologi thd pasien…

    ingat loh tulisan saya diatas bukan berarti
    MENDISKREDITKAN SEMUA DOKTER ITU BODOH!!!

    saya bilang tidak semua dokter itu pintar, harusnya kritikan dan pertanyaan pasien yg tidak bisa dijawab dokter itu harus jadi pemicu supaya menggali ilmu kedokteran itu lebih dalam lagi, kan emang bener masalah nyawa.

    saya pikir anda tak perlu merasa tersinggung klo anda dokter yg baik..:), saya justeru sangat senang dengan respon Dr. Rizky diatas….dokter spt inilah yg bisa menjadi permasalahan meredam, cb liat kasus prita??
    padahal Saya tulis postingan ini jauhh hari sebelum kasus Prita mengemuka ke media. Saya sngt bersyukur alhamdulilah….
    Dr. Rizky punya itikad baik, dan kaka saya sepulang dari RS itu alhamdulilah baik-baik saja sehat….

    Sekali lagi buat mas Boy….:), saya tidak men CAP semua dokter bodoh, hanya jadi PEMBELAJARAN buat dokter-dokter yg ilmunya memang pas-pasan….

    anyway saya senang semua bisa berbagi disini, (kan negara kita lagi belajar berdemokrasi katanya:D), segala sesuatu masalah apapun jikalau dikomunikasikan dengan baik dan tentunya dengan itikad yg baik pasti akan berujung baik.

    Ok…semangat semua dokter!!, saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yg setinggi-tingginya bagi semua dokter yg tidak money oriented dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan sy percaya jika dokter seperti itu hidup Anda akan pasti berbarokah didunia ini…AAmiiinnn…

  5. duh..lg2 dokter yg di salahkan..lg2 dokter..huh jd pusink….klo begitu anda berobat ke dukun aj lah..klo memang gk percaya….sungguh di lematis udah sekolah dr itu mahal,lama,perlu ujian kompetensi tiap tahun,ijin praktek,eh….masi aja di kata2 in dokter bodoh,,,tersinggung gw…dllllll…….saya jelaskan yah,,mendiagnosis penyakit itu tidak semudah membalikkan telapak tangan…..perlu pemerksaan fisik,lab,radiologis dll….blm lg obat ,infus,injek dll….yg sudah barang tentu harganya tidak murah alias mahal,,,ya memang dari sononya begitu,,klo mau komplain ya ke pemerintah dooonkkkk…bkn k dokternyaaa.gmn seehh….dan satu hal lg yang di hadapi adalah manusia,nyawa…jd para dokter tidak akan berani mendiagnosis klo blm lengkap pemeriksaan….itu pun blm cukup..ada beberapa penyakit sampaiiii..detiik ini…yg penyebabnya blm di ketahuii….msi dalam penelitian,,nah looohhh..gmn klo gitu,,,,,so budaya saling menyalahkan harus di hapuskan,,klo begitu….klo memang anda gk percaya sebaiknya anda or family harus ada yg sekolah dokter dech….biar tau..gmn sulitnya mendapat gelar dokter itu….ya gk…….jng asal ngomong nyalah2in orang donkkkkk…

  6. mba allena untuk jari-jari tangan kita blum dpt solusi nya mba, tp aq jg sama kok. Mungkinharus sabar dan kontinu teruss…semangat y mba!!!

    Oh ya ikut Komunitas Vitiligo Indonesia diFB ya, kami tunggu, kita bs sharing banyak disana

  7. gk usah ke dokter…

    ke dukun cilik Ponari aja..

    wkwk

  8. Senang sekali ketemu blog ini..
    Bisa berbagi pengalaman… Masih dengan pertanyaan yg sama untuk vitiligo di ujung2 jari ada obat yg lebih efektif nggak ya, sekarang aku pk Delsolaren + alkohol 70% sesuai anjuran Dr kulit.. tp memang agak sulit krn harus menjemur jari2 tangan setiap pagi.. Bagaimana dengan Protopic 0,01% efektifkah utuk jari2.. Tks a lot ..

  9. Horee,,, ada yg balas langsung dr pihak RS nya.

    Boleh ya pak, pasien komplain, bukan berarti kita2 ini menjelek2an. (Nanti kasusnya bisa serupa sama PRITA RS. OMNI lagi). Hehe

  10. untuk dr Rizky…terimakasih atas tanggapannya.
    ya mudah2n seemua RS dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pasiennya secara moralitas.
    dan sy percaya Anda dan dokter2 lain yg mempunyai itikad baik akan mengusahakannya insyaallah…

  11. kita memang sebagai pasien jg harus jeli, dan pintar mungkiin dokter jg ada kalanya lupa. Bisa ga ya? eh ga bole ya itu kan berhubungan dengan keselamatan jiwa seseorang…

  12. 3 kapsul sekaligus??????

  13. Stelah minum obat itu, badan panas dingin, gemetar, pusing, mual, jantung berdetak kencang sampai ak bisa dngerin dtak jantungku, dan trnyata ak over dosis.. Kapok deh.., ga bakal ak balik ke dokter itu.. Efekny sampai skrng ak jd susah nelen obat,trauma.

  14. Sy setuju bnget mang ga semua dokter pintar.. Pengalaman nih, dulu wktu aku brobat vitiligo di sbuah klinik spesialist penyakit kulit di daerah BSD.. Dan dikasih obat delsolaren diminum pagi skali minum 3kapsul. Dan tahu ga setelah minum obat itu..

  15. Yth. Bapak Kanojo..
    Assalamu alaikum wr.wb dan salam sejahtera
    Perkenalkan saya dr. Rizky Marwan. Semenjak bulan April 2008 saya diberikan amanah untuk memimpin rumah sakit yang bapak permasalahkan ini. Memang banyak hal yang harus tetap diperbaiki mengingat rumah sakit ini masih muda.Adapun keluhan yang bapak sampaikan sudah kami telaah dan kami follow up untuk perbaikan dikemudian hari. Banyak hal yang sudah kami perbaiki dari sisi manapun, walaupun tetap ada kekurangan. Nama rumah sakitpun sudah berganti jadi RS AMC Cileunyi agar lebih dekat ke masyarakat dibandingkan menggunakan istilah AMC Hospital.Tapi bagaimanapun tetap kami ucapkan terima kasih atas masukkannya. Saat ini rasanya tidak pantas bagi kami untuk membela diri namun perbaikan dan perbaikan akan terus kami lakukan. Salah satu diantaranya adalah pengobatan generik (murah) untuk pasien kelas 3 dan harus ada persetujuan dari pasien apabila ingin menggunakan obat paten.Dari informasi yang bapak berikan obat-obatan itu memang obat yang paten, bagus dan tentu saja mahal dengan harapan ada perbaikan kesembuhan yang lebih cepat dibandingkan obat biasa. Mohon maaf sekali lagi bila penjelasan saya kurang memuaskan. Terlepas dari suudzon yang bapak pikirkan saya tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi siapapun yang membutuhkan bantuan saya. Saya pun masih jaga di UGD RS AMC tiap hari selasa malam, kamis pagi dan jumat.Bapak bisa menemui saya setiap hari di rumah sakit.Bila ada apa-apa silahkan bapak bisa berkorespondensi dengan saya langsung di rizkydr@gmail.com atau http://www.rizky.ratnarespati.com

  16. Ya iya lah.. dokter gak semuanya itu Pintar.
    Wong terbukti sewaktu kuliah aj banyak yg NASAKOM.. hehehe

    Seharusnya sih, yg masuk jur. kedokteran tuh bener2 orang2 yg terpilih dari sisi kemampuan akademisnya. Banyak univ2 kedokteran swasta skrg yg tdk memikirkan hal ini. Uang selalu jd jalan keluarnya.

    Walau agak bego2 dikit, bs masuk jur. kedokteran. Nyogok bo!!

  17. Actually vitiligo is irregularity of internal resistive system of human beings, and currently there are no known permanent ways to treat this process.
    Vitiligo results from a derangement of your normal defense mechanisms against infection. The body starts producing antibodies against pigment producing cells of its own skin.
    Although the complete annihilation of the vitiligo from your body is a difficult matter, whereas original color of skin can be brought back.
    According to my observation tropical treatment is quite better Cure of vitiligo because there has no side effect as well as negative effects. Other thing is you can apply it for some affected part of your body for testing purposes. And final thing which you need is tropical treatment is quite faster than homeopathy.
    For all these useful information to thanks goes to
    http://www.antivitiligo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s