Hari Kartini…Hari Ibu…Perempuan Cantik


Hari Kartini tanggal 21 April. Kita tahu alasannya kenapa ada Hari Kartini. Hari Ibu…, tanggal 22 Desember. Setiap tanggal itulah Negara kita Indonesia memperingati hari kaum yang keberadaanya sangat berarti di dunia ini. Kenapa tanggal 22 Desember?? Sampai detik inipun aku tak tahu kenapa pemerintah menetapkannya di tanggal itu. Sempat terlontar kata-kata iseng yang keluar dari mulut temanku seorang pria di FB, dia berkomentar  “Sara neh! Hari Bapak nya mana??”. Hmm…aku tersenyum simpul seketika membaca komentar dia. Hari Ayah kalau di negeri paman Sam dirayakan, tapi gatau tuh kapan:D. Tapi aku paham betul kenapa pemerintah menetapkan hari ibu di kalender nasional kita. Sosok ibu adalah sosok perempuan yang turut menentukan kelangsungan kehidupan bangsa bahkan peradaban dunia ini.

Kita lihat, seorang ibu adalah perempuan. Perempuan secara fisik dibanding laki-laki merupakan kaum yang sangat lemah. Aku perhatikan, sebetulnya lemah itu bukan berarti tidak dapat berbuat apa-apa atau lemah itu pasti tak berdaya. Justru karena kelemahan yang dimiliki seseorang dapat menjadi triger  dari kemunculan suatu kekuatan baru yang besar dan dahsyat. Seorang perempuan yang dianggap lebih cengeng, dengan mudahnya dapat mengeluarkan air mata kesedihan, namun perempuan dapat melewati semua itu. Berhadapan dengan ancaman antara hidup dan mati ketika dia akan melahirkan, merasakan semua perasaan yang sangat mendalam dan bahkan mengiris hatinya, namun semua itu dapat dia hadapi. Dapatkah kaum pria melaluinya??

Terinspirasikan oleh hari ibu, dan beberapa suatu kejadian. Sempat aku lihat di Metro TV, suatu wawancara yang dilakukan dengan seorang aktivis perempuan, dia mengatakan bahwa Presiden yang benar-benar memperhatikan isu perempuan hanyalah Presiden kita yang ke-4, yakni alm. Gus Dur.

Sempat sebelum-sebelumnya aku memikirkan, kenapa akhir-akhir ini Allah melahirkan manusia kedunia mayoritas perempuan?? Tuhan punya maksud, pernah aku mendengar bahwa di Neraka suatu saat nanti adalah banyak kaum perempuan. Berarti memang, berbanding luruskah?.cb tengok… Waduh…Komunitas perempuan lebih besar dibanding laki-laki dan tentunya ini akan memberikan peluang bahwa manusia-manusia yang banyak berdosa adalah perempuan juga. Tapi aku yakin, bukan hanya itu saja. Tapi aku masih belum pasti, ada praduga tapi …..akupun bingung apakah aku harus mengungkapkannya.

Perempuan adalah kaum yang lemah fisiknya

Perempuan adalah kaum yang sangat sensitive perasannya

Perempuan adalah kaum yang berfikir dengan hatinya terlebih dahulu dibanding logika

Perempuan adalah kaum yang tekun. ( Lihat aja karyawan-karyawan perusahaan sekarang didominasi oleh kaun hawa, salah satunya…atau TKI,heheh…:D. Coba Anda sebutkan yang lainnya!!!)

Perempuan adalah sumber daya manusia yang berharga, dengan jumlah yang sangat besar, dengan ketekunan, kesabaran yang dimilikinya ia bisa mengalahkan kaum adam. Adalah sudah menjadi suatu keharusan, kaum hawa harus benar-benar diperhatikan. Dengan kekuatan seperti itu, jangan sampai kekuatan yang besar dapat menjadi petaka jika tidak diperhatikan dengan baik. Sejarah berkata, orang-orang berkata, orang yang pintar berkata, coba lihat sekolah pertama manusia dimana dan oleh siapa gurunya??rahim Ibu dan Ibu. Orang menjadi pemimpin sukses bagi orang lain?? Siapa dibelakangnya? Istri yang soleh, seorang anak pertama kali dapat berucap satu kata, siapakah yang mengajarinya pertama kali?? Ibu. Tapi, bisa jadi seorang suami bisa berbuat korupsi karena apa?? Tuntutan istrinya yang terlalu berlebihan yang menginginkan kehidupan yang berlebih. Seorang anak remaja yang sedang berkembang, tak terperhatikan kebutuhan rohani, ruh nya, sehingga mencari perhatiannya diluar rumah karena kedua orang tua yang sangat sibuk, atau bisa jadi karena ibu rumah tangga yang hanya berpikiran membahagiakan anak itu adalah dengan memenuhi kebutuhan materiilnya karena sang ibu pun ingin bersenang-senang pula dengan menghambur-hamburkan harta dari suaminya.  Padahal harta yang sangat berharga bagi anak-anak adalah ilmu, warisan yang sangat berharga untuk anak-anak kita adalah ilmu. Untuk apa harta berlimpah jika kita tak punya ilmu bagaimana caranya mengolah harta tersebut sehingga kita dapat survive suatu saat nanti jika orantua telah tiada? Malah akan habis begitu saja sia-sia. Tidak sedikit contoh jika orangtua yang hanya “nyaah dulang” (istilah bahasa sunda untuk cara menyayangi anak hanya dengan pemenuhan materinya saja), ketika hari tua tak produktif lagi, anak-anaknya tidak dapat membahagiakan mereka malah membawa petaka dan kesengsaraan saja.

Mungkin terlihat aneh, aku yang notabene perempuan, kok seperti mediskreditkan kaumnya sendiri. Aku hanya memaparkan apa yang aku lihat, karena ulah seorang perempuan kehidupan keluarga menjadi suram, tak sedikit perempuan yang hanya bisanya menuntut terus pada suami nya dan mempengaruhi suaminya sehingga melangkah salah. Teman priaku bilang..”Rumah adalah tempat lahirnya karakter manusia!” aku sangat setuju dengannya. Yah…mungkin kacamata teman-teman lain berbeda, aku hanya ingin berbagi dan bercerita apa yang aku lihat.

Pandangan, pemahaman, penilaian seseorang terhadap sesuatu bisa sama atau tidak pasti beragam, sehingga bereaksinya macam-macam pula. Karena kita memiliki asal usul, kebiasaan, adat, pendidikan, keinginan dan pengalaman yang berbeda. Jadi apa yang sebetulnya manusia atau seseorang ungkapkan atau ekpresikan merupakan  suatu wujud pembelajarannya terdahulu. (menurut pandanganku…:D). Ketika kita berbenturan dengan pandangan lain, justru hal itu harus menjadi pembelajaran kembali bagi kita. Karena pada dasarnya tujuan kita ujung-ujungnya pasti sama. Tergantung kita, maunya melalui prosesnya mau yang seperti apa….Kekerasan atau kelembutan atau kebijakan…..atau……:)

Alangkah indahnya jika bukan perbedaan yang dijadikan sebagai subyek pembelajaran baru kita…^^.

Aku hanya miris dengan melihat semuanya…….perempuan-perempuan yang aku lihat. Terlalu banyak bicara, sehingga bisa mengguncingkan orang lain yang akhirnya malah menjadi pemicu masalah baru karena salah paham atau fitnah. Atau cara berbicara seperti bisa ular…..hanya mau meracuni semua orang disekitarnya. Atau jadi bara api yang membuat suatu masalah menjadi tambah rumit karena hasutan kata-katanya. Hanya mau menjadikan suaminya sebagai sapi perah bagi dia untuk menghidupi keiginan pribadinya. Habis manis sepah dibuang, Jika suaminya telah memberikan uang, tak diperhatikannya suami nya itu apakah sudah makan atau belum, jika terluka tak diperhatikan pengobatannya. Jika sudah tak berpenghasilan dibiarkan dia, diacuhkanlah dia, mendidik yang tidak benar pada anak-anaknya terhadap ayahnya. Padahal suaminya adalah seorang yang baik, namun nasibnya saja yang sedang tidak beruntung karena sebelumnya dia berpenghasilan yang cukup.

Pernahkah anda lihat sinetron di Negara kita yang tidak ada campur tangan perempuannya? Seperti apakah perempuan-permpuan yang digambarkan disana?? Ugh….bikin hati menjadi jengah dan marahh bukan?? Aku tak tahan dibuatnya…

Perempuan…perempuan…..perempuan

Disatu sisi akupun khawatir dengan anak-anak perempuan nanti, keponakanku atau keluarga perempuanku yang masih kecil-kecil. Melihat jaman sekarang dengan mudahnya perempuan disalahgunakan, disiksa, dibunuh dengan kejamnya, dan yang lain sebagainya. Harus seperti apakah kita mendidik mereka???? Itu adalah pertanyaan besar buatku?!!?!?!  Dan jawaban nya masih aku kumpulkan bahannya sampai saat ini.

Tak ada resep yang langsung tokcer! Karena manusia itu bukan mesin! ato komputer yang bisa diprogram. Manusia punya pikiran, hati nurani dan otak. Dia akan bereaksi terhadap apa yang dialaminya dengan cara apa yang sudah dia miliki sebelumnya.

Jadi kesimpulannya adalah….perempuan …marilah bersam-sama, bekerja sama dengan kaum adam, keluarkan apa yang kita pikirkan, kita diskusikan, kita cari solusinya, kita perdalam pemahannya dan kita praktekkan ilmunya…

Pekerjaan Rumah!!! Ini adalah pekerjaan rumah untuk Departemen Pemberdayaan Perempuan. Maaf saja, menurut pribadiku selama ini, aku belum melihat apa hasil dari kinerja departemen tersebut, aku belum merasakannya, ups…maaf kalau memang aku belum tahu atau merasakannya padahal sebetulnya sudah pernah. Yah…paling siapa yah…?? Ha!! Ibu……siapa yah? Yang dari PKB (aku bukanlah golongan PKB dan bukan juga simpatisan mereka:D, tapi aku mengakui dan mendukung jika perkataan mereka masuk diakal dan benar adanya berjuang untuk kemajuan negeri tercinta kita). Aduh bu…maaf…lupa..hehe. Oh iya ….takut salah ah, kalu ga salah belakangnya parawangsa gtu yah. Hanya beliau yang aku lihat ada pekerjaannya, yah meskipun keputusannya sedikit kontroversi untuk sebagian orang. Waktu itu beliau yang pertama kali memutuskan jangan melarang remaja hamil untuk belajar. Aku sendiri waktu itu belum mengerti detailnya seperti apa. Tapi menurutku,  jika kehamilan diluar nikah dialami oleh perempuan remaja putri, yang disebabkan oleh pergaulan bebasnya sendiri, tentunya harus ada mekanisme tersendiri. Tak diberi kemudahan begitu saja dia bisa ‘berlenggang’ karena dia adalah prototype bagi teman-temanya yang lain..:D.

Satu lagi…. Seperti kontes-kontes kecantikan??? Emang bener gitu mereka presentasi dari perempuan-perempuan yang memiliki inner dan outer beauty??? Tahukah anda syarat-syarat mengikuti ajang miss-miss an apa saja??, Apakah mereka menjadi inspirasi perempuan-perempuan Indonesia??? Lihat aja buktinya apa yang sudah mereka hasilkan? paling satu orang yang membanggakan, yang duduk di MPR tuh! Kecantikan yang aku lihat sekarang pada seorang perempuan adalah fisik!! Lihat saja strereotip perempuan cantik yang berkembang di masyarakat kita?? Iklan kosmetik?? Apa yang mereka katakan tentang perempuan cantik?? Anda sendiri tahu kan jawabannya….

Jadi wahai ibu…,baik yang berpendidikan formal tinggi maupun tidak. Mari kita terus meningkatkan wawasan ilmu kita, jika sudah paham praktekan jika belum perluaslah. Ibu-ibu yang tidak berpendidikan tinggi boleh jadi bisa mencetak anak yang lebih berguna bagi bangsa dibanding dengan ibu yang berpendidikan formal tinggi. Ilmu bisa diraih dimana saja, didapat dimana saja dari siapa saja, asalkan kita kreatif dan berusaha untuk berinovasi dalam segala hal apapun itu untuk kebaikan dan kemajuan masa depan generasi penerus kita.

Ibu menteri…buatlah program khusus yang nyata untuk ibu-ibu dan perempuan-perempuan di pedesaan juga di perkotaan, mereka tak harus berpendidikan tinggi untuk menjadi seorang ibu yang baik, pencetak pemimpin bangsa. Namun ibu yang kreatif yang bisa menjadikan generasi bangsa kita lebih baik lagi. Berdayakanlah perempuan….potensi yang begitu luar biasa jangan sampai dilepaskan atau dibiarkan begitu saja. Generasi yang baik diperoleh dari pendidikan yang baik, pendidikan yang baik dihasilkan oleh orang-orang yang bermoral baik, orang yang bermoral baik dihasilkan dari keluarga yang baik pula, keluarga yang baik hasil dari proses kehidupan berkeluarga yang harmonis, keluarga harmonis salah satunya disebabkan oleh prilaku ibu yang baik dan wawasan ibu yang luas sehingga bijaksana dalam mendidik anak-anaknya.

Memang tidak mudah…aku saja masih belajar…yang pertama kali harus diperangi adalah kemalasan…:D., kemudian manajemen waktu, dan .. konsisten tentunya …!!! Susah banget……

Ada penelitian tesis seorang Amerika mengenai kecerdasan suatu bangsa. Aku baca dari tulisan seorang temanku di FB. Wah inspiratif jg, bisa diambil contoh-contoh positifnya, tulisannya bisa dibaca disini:

http://www.facebook.com/?ref=home#!/note.php?note_id=239173762376

Penelitian itu jika memang benar adanya patut diperhatikan, gada salahnya kita belajar dari kenyataan yang diuraikan peneliti itu.

Yah …, itulah sedikit dari pemikiran seorang hamba perempuan yang sedang bergejolak hatinya. Semoga perempuan-perempuan Indonesia semuanya adalah Kartini-Kartini seperti Kartini terdahulu. Amiinnn………….

Hari Ibu: http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s