Rangkuman Resep Pengobatan Vitiligo

Waduh lumayan cape jg ya ngebaca ulang comment temen2 buat dibikin rangkumannya. Kay..ni dia rangkumannya.

Pengobatan dapat dilakukan menggunakan:
1. Obat oles Protopic ointment 0,1%. dioleskan sebanyak 2 kali dalam sehari. Banyak yang sembuh dengan metode ini..INGAT.!!!!!!! JANGAN KONSUMSI KUNYIT ATAU MAKANAN YANG MENGANDUNG KUNYIT…….Info lebih lanjut dapat anda baca di http://www.infotherapies.com

2. Sinar UVB di daerah Jakarta ada di RSUD Tarakan Jakarta dan RSCM Jakarta. Harga protopic cuma 294 ribu,dan biaya sekali sinar 55ribu + administrasi 5ribu jadi 60ribu. Dilakukan harus rutin, dan jangan lupa banyak mengkonsumsi sayur/buah yang mengandung Antioksidan.

3. Akupuntur slm 2 bln, vitinya ada yg hlng n ada yg muncul jg.

4. Tips, jangan stress dan untuk viti yg di daerah wajah..bisa ditutupin pake make-up. Pertama kasih alas bedak..trus eye shadow coklat agak hitam..pake jari biar rapi..trus dirapihin or dibersihin pake tissue buat yg keluar area vitiligo..

5. Terapi….http://b-it-tech.com/k-link/?p=22

6. Bai Tien Feng,.. makanan yang harus dihindari di situ di tulis ga boleh makan ikan air tawar, cabe, kunyit, dan ga boleh makan Ayam jantan (laki-laki)…hehe..gatau knp ya kita jg

7. Terapi nursyifa lamatnya di jakarta pusat, katanya pasien di kasih semacam aura positif.

8. Vitiligo dapat dicegah penyebarannya dengan cara menghentikan konsumsi makanan yang mengandung KUNYIT(trumeric).

Yap sementara itu dulu klo ada yg kurang ntr ditambahin/diedit lagi. Buat Faden, V-Boy, Ana, Viko, Ika de el el nya (sorry g ksebut) makasih buat sharing info pengobatannya. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amiinnn

Silahkan Downdload : Rangkuman Viti (Update) Oktober 2010

Tidak Semua Dokter itu Pintar! Heh??

Thursday, February 07, 2008
9:25 PM

Kata-kata itu sepertinya melekat erat di kepalaku. Seorang teman mengatakanya beberapa waktu yang lalu. Sampai suatu saat, sesuatu terjadi pada kaka. Sepulang perjalanannya dari rumah yang sedang direnonvasi di daerah Cicalengka. Kaka perempuan saya mengeluh badannya mengalami sedikit ngilu-ngilu. Di pagi hari sekitar jam 5, tiba-tiba badannya panas, kaki dan tangannya sakit tak bisa digerakkan. Sedikit saja kaki atau tangannya tersenggol maka akan terasa sakit. Kebetulan waktu itu saya berada dirumahnya, anaknya yang baru berusia 6 bulan terpaksa tak bisa dekat-dekat dengan ibunya. Saya yang belum berpengalaman menjadi seorang ibu, kini dituntut untuk bisa merawat anak itu sementara waktu. Sedangkan ayahnya harus tetap menjalankan tugasnya untuk mencari nafkah.

Sampai siang hari panasnya tak kunjung turun, dan untuk sekedar buang air kecilpun kaka merasa sangat kesulitan untuk berjalan. Ditambah lagi dengan mual-mual dan muntah. Melihat keadaan seperti itu saya merasa khawatir, saya kabari kaka ipar saya mengenai keadaannya. Dan akhirnya dia pulang cepat siang hari demi istrinya. Siang itu pula kami bawa kaka perempuanku ke RS. Karena belum berpengalaman, setelah bertanya-tanya ke tetangga, kaka iparku memutuskan untuk membawa kakaku ke RS di dekat pintu tol Cileunyi. Kesan pertama dari RS itu adalah sepertinya bagus, sepertinya kualitasnya juga bagus. Baru saja saya bergumam seperti itu, penilaianku suadah berubah hampir 180 derajat berlawanan. Kami berdua membopong kaka tuk masuk ke RS tersebut.
Continue reading

Vitiligo

Thursday, February 07, 2008
9:23 PM

Tahukah Anda apakah Vitiligo itu?

Sebagian orang pasti akan menjawab “o….itu darah tinggi!”.
Atau “Apaan tuh?”, memang, kata Vitiligo masih sangat kurang familiar dikalangan masyarakat kita. Media cetak atau elektronik sangat jarang mengungkap mengenai Vitiligo. Vitiligo adalah sejenis penyakit kulit
yang sifatnya menghilangnya pigmen kulit. Sehingga akan timbul bercak-bercak putih disekitar tubuhnya. Bercak ini muncul di kulit akibat tidak adanya melanosit, sel yang memproduksi melanin atau zat yang memberikan warna pada kulit. Bahkan rambut yang tumbuh diatas bercak putih ini warnanyapun akan terlihat putih pula.
Munculnya bercak-bercak putih tersebut tidak merata, sehingga tak jarang orang yang mengalami penyakit ini merasa minder
karena malu dengan keadaan penampilan kulit tubuhnya.

Continue reading